Jumat, 13 November 2015

Tindakan Simbolis Lukas Daud Muanley 1982

Ayahku bernama Lukas Daud Muanley. Semasa hidupnya bekerja sebagai seorang guru Sekolah Dasar di Alor Nusa Tenggara Timur. Almarhum mulai mengajar dari SD Negeri Sidabui dan mengakhiri masa pensiunnya di SD Negeri Kolomana Mazmur, Alor Timur Nusa Tenggara Timur. Saya sempat mengikuti kelas ketika ayahku mengajar mengucapkan huruf A - Z. Saya masaih ingat bagaimana ayah saya mengajar mengucapkan huruf P. Ketika kami berada di ibu kota kabupaten yaitu di Kalabahi, ketika itu saya sedang studi di SMEA Negeri Kalabahi pada kelas I. Antara kota Kalabahi dan kampung kami yaitu Mazmur ditempuh dalam perjalanan yang relatif jauh. Pada tahun 1982, saya baru selesai SMP kemudian lanjut ke SMEA. Ketika ayahku sudah sembuh dari sakit, ia rencana untuk kembali ke kampung, namanya Mazmur. Sebelum keberangkatan, ayah mengajar saya untuk meniru tanda tangannya. Pikir saya waktu itu untuk mengambil uang pensiun, ternyata dugaanku salah. Yang mengambil uang pensiun adalah mama atau kakaku.Singkat cerita, ayahku memegang tanganku sambil berusaha meniru "tanda tangannya". Setelah itu ayahku pulang ke kampung Mazmur tinggal saya bersama dengan beberapa saudara di Kalabahi. Anehnya ia berpesan menitip saya di beberapa anak dari tante (saudara Bapa) untuk mereka memperhatikan saya. Beberapa hari kemudian saya menerima sebuah surat yang amplopnya tertulis salib. Artinya bapaku telah dipanggil Tuhan. Selanjutnya saya tetap berusaha menyelesaikan studi di SMEA Negeri Kalabahi. Kemudian melanjutkan studi S1 dan S2 di Jakarta. Pada tahun 2002 saya bertugas mengajar di Ngabang Kalimantan Barat. Dalam perjalanan pulang saya ingat makna tanda tangan orangtuaku, yakni "menjadi guru" atau "mengajar". Selain itu saya juga mulai gemar menulis akibat motivasi dari seorang mantan dosen saya: Dr. Kembong Mallisa', D.D. (beliau berasal dari Toraja). Ketika saya masih mahasiswa, beliau memberi kesempatan kepada mahasiswa yang mengikuti kelasnya untuk menulis kemudian hasilnya saya dan seorang teman mendapat hadiah dari beliau. Peristiwa itu menyadarkan saya bahwa ternyata saya punya bakat menulis. Ketika menjadi asisten dosen, beliau kembali lagi memberi kesempatan untuk menulis di buletin Arastamar. Hal ini mendorong saya untuk terus menulis sampai munculnya INTERNET dengan fasilitas blog. Saya kemudian menggunakan blog untuk mempublikasikan tulisan. Blog Bahan Ajar Online yang berisi bahan ajar MK. Filsafat Ilmu untuk Program Magister Pendidikan Kristen (M.Pd.K) dan Program Magister Teologi juga merupakan bagian dari semangat tanda tangan yang diwariskan kepadaku oleh ayahku: LUKAS DAUD MUANLEY (alm). Dua tiga hal yang terpatri dalam diri saya yakni mengajar, berkhotbah dan menulis dan mempublikasi secara online melalui blog. Saya terbatas untuk pergi ke berbagai tempat tetapi tulisanku bisa lintas batas, propinsi, negara dan benua. IMANUEL 2015 dan 2017 dan seterusnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar